Program Literasi
  1. Program “15 Menit: Baca, Resapi, Mulai” (Literasi Baca-Tulis) : Program ini adalah pembiasaan membaca aktif dan reflektif sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM). Seluruh warga sekolah (siswa, guru, dan staf) melakukan kegiatan membaca terfokus selama 15 menit. Setelah waktu habis, siswa diwajibkan menuliskan satu kalimat inti atau satu kata baru yang mereka dapatkan dari bacaan tersebut di buku refleksi harian.
  2. “Galeri Karya & Pojok Inspirasi” : Memanfaatan ruang kelas dan area publik sekolah sebagai sarana display karya dan sumber inspirasi visual. Setiap kelas wajib memiliki “Pohon Kata” atau “Tembok Ilmu” tempat siswa menempelkan resensi mini, kutipan, atau tanggapan kritis terhadap bacaan. Untuk Sekolah: mengelola Galeri Digital atau papan pengumuman sentral untuk memamerkan karya terbaik (puisi, esai, infografis, komik literasi) secara bergiliran.
  3. “Tantangan Kopi Pagi: Menulis Cepat” : Mengasah keterampilan menulis cepat, kritis, dan tanggap terhadap isu (literasi informasi). Program ini adalah serangkaian kegiatan pengembangan dan apresiasi, seperti:
    1. Lomba Menulis Ekspres: Lomba menulis esai atau opini singkat (maksimal 300 kata) dalam waktu terbatas (misalnya, 45 menit) berdasarkan tema aktual yang disediakan guru.
    2. Duta Resensi Buku: Memilih siswa-siswa berbakat yang bertugas membuat dan mempresentasikan ulasan buku/film secara rutin di depan kelas atau melalui siaran podcast sekolah.
  4. “Jelajah Digital Aman & Kritis” (Literasi Digital) : Mengembangkan kemampuan siswa dalam menyaring informasi, memverifikasi fakta, dan menggunakan media digital secara etis.

Sesi pelatihan berkala yang dipimpin oleh Guru TIK atau Guru BK untuk membahas topik seperti: Mengenali Hoax, Etika Berinternet, dan Pemanfaatan Sumber Belajar Digital.

  1. Kunjungan Perpustakaan: Menjadwalkan kunjungan rutin ke perpustakaan sekolah untuk membantu siswa menemukan dan mengakses sumber bacaan yang beragam.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait